Latest News

Bangka News | Babel Jadi Sentra Listrik Nasional

Selasa, 16 Februari 2010 , Posted by The Medit'z at 20.09

Babel Jadi Sentra Listrik Nasional


PANGKALPINANG, The Meditz - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kini sudah mulai kehilangan kebanggaan kejayaan lada Muntok White Pepper dan kejayaan timah yang mulai menipis, saatnya tampil di tingkat nasional dan dunia dengan keputusan strategis menjadikan Bangka Belitung tempat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

“Mari kita jadikan Babel menjadi sentra listrik nasional murah dan aman. Dengan menyediakan energi listrik 3.000 - 4.000 Megawatt, selain kebutuhan listrik Babel tercukupi kelebihannya kita pasok ke Jawa, Sumatera, bahkan Kalimantan karena posisi strategis kita,” tegas Walikota Pangkalpinang, Drs H Zulkarnain Karim MM di hadapan Forum Diskusi Awal PLTN di Babel yang digelar di Rumah Dinas Walikota, Selasa (16/2).

Sebelumnya, Zulkarnain Karim bersama para bupati se Bangka Belitung telah mengunjungi Pusat Penelitian dan Teknologi (Puspitek) di Serpong Tangerang atas undangan Badan Teknologi Atom Nasional (Batan). Walikota dan para Bupati dalam koordinasi gubernur telah sepakat ada dua lokasi pembangunannya yaitu Pulau Lepar atau Pulau Nanduk.
“Saya sudah berdiskusi dengan sejumlah pakar nuklir. PLTN bisa dibangun di Indonesia.

Saya juga sudah ajak seluruh bupati di Bangka Belitung ke Batan, meninjau Puspitek nuklir di Serpong. Ada empat daerah yang diusulkan sebagai tempat pembangunan PLTN yakni Babel, Banten, Kaltim dan Jawa Tengah. Dari keempat daerah itu, Babel kandidat terkuat didirikan PLTN,” kata Zulkarnain.

Hadir dan memberikan pemaparan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat Sutan Batoegana, LSM Penggiat Nuklir Ir Ali Herman, Pengamat Nuklir Markus Wouran, Kemas Danil.

Sedang penanggap antara lain Perwakilan PT Timah Ir Syamsul, PT PLN Babel Gathut, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group Agus Ismunarno, Pemimpin Redaksi Pangkalpinang Pos Husen dan di hadiri sejumlah kepala dinas pemerintah kota, pejabat provinsi dan pemkot Pangkalpinang serta wartawan.

Kebijakan strategis ini dinilai sangat tepat sesudah lima lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang energi menyampaikan hasil kajiannya di Jakarta, Selasa (2/2) lalu kepada pers. Mereka menyatakan Indonesia memerlukan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mulai tahun 2015. Kajian peran energi nuklir ini dilakukan dengan memperhatikan aspek ketahanan energi, ekonomi, teknologi, sosial budaya dan lingkungan.

LSM yang telah melakukan kajian energi nuklir itu adalah Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL), Himpunan Masyarakat Nuklir (HIMNI), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Institute Energi Nuklir (IEN) dan Women in Nuclear (WIN) Indonesia. Menurut mereka energi nuklir adalah energi alternatif yang ramah lingkungan.

Lima LSM itu menegaskan, “Hasil kajian ini disampaikan untuk menggugah serta menyadarkan para pemangku kepentingan, bahwa PLTN akan sangat dibutuhkan sekitar tahun 2015. Konsumsi listrik nasional tahun 2055 misalnya akan meningkat 350 persen dari konsumsi saat ini.”

Now or Never! Pada forum diskusi itu Anggota DPR RI Sutan Batoegana dengan suara tinggi menyatakan, “Pembangunan PLTN merupakan keputusan yang strategis dan visioner. Selama ini kita dibodohi oleh negara-negara lain maupun pihak-pihak yang ingin tetap menjadikan kita pasar mereka. Mereka tidak ingin energi listrik kita beres. Penolakan PLTN di Muria Jepara misalnya ditengarai didanai oleh pihak-pihak tertentu,” kata Sutan Batoegana.

Ia menyampaikan keunggulan-keunggulan PLTN yang luar biasa efisiennya tapi menghasilkan energi listrik yang akan memberikan dampak kemajuan yang sangat pesat pada kehidupan masyarakat Bangka Belitung maupun masyarakat Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

“Kalau ada segelintir yang mengkritik, boleh saja kita jadikan masukan agar PLTN lebih sempurna. Tapi kalau menolak dengan kepentingan tertentu dan menyesatkan masyarakat yang tidak tahu, itu yang harus kita sadarkan. Sudah ada sedikitnya empat provinsi yang mengusulkan.

Untuk sementara kami prioritaskan Babel. It’s now or never,” kata Sutan.
Sementara itu Ali Herman menyatakan jika PLTN tidak dimulai dari sekarang, maka Indonesia akan terus ketinggalan zaman. Jawabannya, PLTN di Indonesia harus berdiri dan lokasi yang tepat ada di Bangka Belitung.

Mantan Direktur Pembangkit PT PLN yang kini bergiat pada teknologi nuklir, Ali Herman menyebutkan, ketersediaan listrik Indonesia kalah dengan Singapura, Malaysia dan Thailand yaitu 600 KWH per kapita. Namun pengeluaran energi Indonesia sangat tinggi karena minyak bumi dijual ke luar negeri. Berdirinya PLTN menjadi bagian dari solusi alternatif.

Dia mencontohkan, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara membutuhkan 8 juta ton batu bara pertahun untuk listrik sebesar 4.000 MW. “Kebutuhan batu bara sejumlah itu, berapa luas hutan yang harus dirambah. Padahal, dengan 1.000 ton uranium cukup untuk 4.000 MW itu. Jika ditarik kabel dari Pulau Lepar ke Jawa sepanjang 183 mil bisa untuk mengaliri daya 2.500 MW,” papar Herman.

Dia yakin pembangkit nuklir aman dengan tingkat kecelakaan 1:300 kejadian. Herman menyayangkan PLTN tidak masuk dalam Rencana Umum Kelistrikan Nasional (RUKN) PT PLN meski sudah diamanatkan UU No 17 Tahun 2007. “Namun PLTN harus jalan karena itu amanah UU,” tandas Ali.

Markus menambahkan di Indonesia ada tiga reaktor nuklir yang masih berjalan hingga sekarang dan aman. Artinya sumber daya manusia (SDM) bisa diandalkan dalam bidang nuklir.

“Tetapi ada hasutan dari antinuklir. Saya sudah berkeliling ke berbagai negara pengembang nuklir. Kita sebenarnya bisa tetapi sengaja dibuat bodoh negara lain,” tukasnya.

Desak Pemerintah

Menjawab pertanyaan, Sutan menyatakan keputusan politik sangat ditunggu-tunggu untuk mengubah rencana PLTN menjadi kenyataan. DPR RI memiliki kekuatan untuk mendesak pemerintah menjalankan amanat UU No 17 Tahun 2007 tersebut.

Sutan berjanji akan mendesak Dewan Energi Nasional membentuk tim nasional. Dia akan menemui Menteri ESDM agar serius menyikapi rencana tersebut.

“Kami tidak ingin daerah lain, cukup Babel. Saya lihat walikota semangat memaparkan keinginannya di Jakarta tempo hari,” katanya.

Sosialisasi

Walikota Pangkalpinang Zulkarnain Karim akan segera membentuk presidium seiring dengan pembentukan Tim Nasional. Ia juga berjanji bersama gubernur dan bupati akan melakukan sosialisasi dan langkah-langkah lainnya agar PLTN akrab di masyarakat.

“Saya akan ajak semua elemen termasuk LSM, pegawai dan komponen masyarakat mendukung rencana tersebut. Nuklir aman karena sudah masuk generasi ketiga dan dalam pantauan badan nuklir internasional. Untuk membangunnya tidak menggunakan APBD melainkan sedikit APBN dan dapat melalui sistem build operated transfer (BOT),” jelasnya. (ags/day / BANGKA POS.com)

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar